Original PDF Flash format implementasi-penggunaan-dan-pemanfaatan-video-conference-pada-...  


Implementasi Penggunaan Dan Pemanfaatan Video Conference Pada ...







IMPLEMENTASI PENGGUNAAN DAN
PEMANFAATAN VIDEO CONFERENCE PADA
PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA


Penulis

Nama : Sisilia Zenever

NPM :

0711011118

Jurusn : Manajemen


Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen ( MJN 373 )
Dosen
: Muji Rachmat Ramelan, S.E., M.B.A.





Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Lampung
Bandarlampung
2009


1






EXECUTIVE SUMMARY



Video conference merupakan suatu teknologi telekomunikasi interaktif yang
memungkinkan dua lokasi atau lebih untuk berinteraksi lewat video dan audio
secara simultan. Perguruan Tinggi Negeri dapat bergabung dengan jaringan
INHERENT yang disediakan Dikti Departemen Pendidikan Nasional Indonesia
yang mendukung Perguruan Tinggi Negeri dengan memberikan fasilitas video
conference. Video conference mempunyai banyak manfaat bagi aktivitas
pendidikan mahasiswa dan dosen, yang dapat mengurangi biaya perjalanan,
menghemat waktu, memberikan dan saling bertukar informasi dan pengetahuan
yang baru. Implementasi yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negeri, seperti
UI, ITB, UGM, dll. adalah kuliah umum, diskusi dengan Perguruan Tinggi dari
luar Indonesia, seminar untuk bertukar informasi dan pengetahuan antar
Perguruan Tinggi

Keyword: video conference, INHERENT











2






DAFTAR ISI


Halaman

I. PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
1.1 Video Conference ................................................................. 3
1.2 Kelebihan dan Kekurangan Video Conference pada Perguruan
Tinggi Negeri di Indonesia.................................................... 6
1.3 Alasan Memilih Penggunaan dan Pemanfaatan Video Conference
daripada dengan via Konvensional pada Perguruan Tinggi di
Indonesia ............................................................................... 7
1.4 Implementasi Video Conference pada Perguruan Tinggi Negeri
di Indonesia ........................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 13

LAMPIRAN ................................................................................................... 14


























3






I. PEMBAHASAN



1.1 Video Conference


Video conference yang juga dikenal dengan video teleconference adalah suatu
teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkan dua lokasi atau lebih
untuk berinteraksi lewat video dan audio secara simultan. Video conference
berbeda dengan videophone yang memang di desain untuk melayani video antar
dua orang secara individu. Teknologi utama yang digunakan dalam sistem video
conference adalah kompresi digital dari suara dan video stream yang real time. 1

Teknologi video conference tidak lepas dari kemajuan teknologi kompresi audio
dan video. Dengan banyaknya teknik kompresi yang ada saat ini memungkinkan
audio dan video dapat dikirim secara bersamaan dalam jaringan dengan
bandwidth yang seefisien mungkin dan dengan kualitas yang dapat diterima.
Hardware atau software yang melakukan fungsi kompresi disebut dengan
codec(coder/decoder). Codec merupakan singkatan dari compresi-decompresi
yang merupakan proses pembungkusan suara ataupun video analog menjadi data
digital dengan metoda tertentu sehinggga pengiriman suara atau video dapat
dilakukan dalam bentuk paket-paket data. Codec dapat melewatkan suara atau
video dalam jaringan IP dengan bandwidth yang kecil dan kualitas yang masih
dapat diterima. 21


1 & 2. Admin, 2009, Video Conference, http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?option=com_
content&view=article&id=432:video-conference overview&catid=10:jaringan &
amp; Itemid=15


4
Beberapa contoh standar codec yang sering digunakan dalam komunikasi
diantaranya:
1. Untuk Audio
G.711 ulaw / alaw, G.729,GSM, G.723, dll.
2. Untuk Video
H.261, H.263, H.264, dll. 3

Layanan Video Conference bersifat seketika dengan resolusi yang baik dan
interaktif. Pada jaringan digital, pengiriman suara membutuhkan kecepatan sekitar
64 Kbps dan pengiriman video membutuhkan kecepatan 1,5-2 Mbps. Untuk
layanan video conference secara keseluruhan akan dibutuhkan kecepatan
pengiriman sekitar 9,2 Mbps. 4

Komponen – komponen yang dibutuhkan untuk sebuah sistem video conference
di antaranya :
1. Hardware
o Video input : camera video atau webcam
o Video output : monitor computer atau proyektor
o Audio input : microphones
o Audio output : speaker atau headphone
o Media transfer data : LAN atau Internet
2. Software
Salah satu jenis contoh software adalah Access Grid dan yang terbaru dari
software tersebut adalah Access Grid 3.2 beta 1. 5
2



2, 3, & 5. Admin, 2009, Video Conference, http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?option
=com_content&view=article&id=432:video-conference overview&catid
=10:jaringan& Itemid=15


5
Video Conference mempunyai beberapa jenis, antara lain:
1. Distributed Video Conference
Adalah suatu sistem video conference yang terdiri dari beberapa client yang
melakukan konferensi secara langsung antar client yang saling berhubungan
tanpa melalui sentral / control unit sebagai pengatur. Server disini berfungsi
untuk proses call setup dan handshaking. Keuntungannya video dan audio
yang dikirimkan mempunyai kualitas yang bagus karena tanpa direlay ke
control unit dahulu. 6


Gambar 1. Distributed Video Conference
2. Centralized Video Conference
Adalah suatu sistem video conference yang melibatkan beberapa client dengan
satu MCU (Multiparty Control Unit) untuk memfasilitasi konferensi tersebut.
MCU disini berfungsi sebagai pengatur dan pengendali yang melaksanakan
proses seperti audio mixing, video switching dan mixing serta distribusi data
dalam konferensi multipoint dan mengirimkan kembali datanya ke terminal
yang berpartisipasi. MCU juga menyediakan pertukaran antara codec yang
berbeda dan mungkin menggunakan multicast untuk mendistribusikan video
yang telah diproses. 73

6 & 7. Admin, 2009, Video Conference, http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?option=com_
content&view=article&id=432:video-conference overview&catid=10:jaringan&
amp;amp;Itemid=15


6

Gambar 2. Centralized Video Conference

Dari jenis tersebut, maka video confererence pada perguruan tinggi negeri di
Indonesia adalah Centralized Video Conference.

1.2 Kelebihan dan Kekurangan Video Conference pada Perguruan Tinggi
Negeri di Indonesia

a. Kelebihan Video Conference
1. Pertemuan-pertemuan yang dilakukan, seperti kuliah umum
dengan dosen/bernarasumber internasional atau seminar dari satu
negara dengan negara lain dapat secara online sehingga akan
menghemat biaya dan waktu.
2. Informasi dan pengetahuan dapat berkembang dengan melakukan
pertemuan atau diskusi dengan PT terbaik dalam negeri maupun
luar negeri
3. Tatap muka jarak jauh menjadi terasa lebih nyata
4. Sebagai pendukung program e-learning PT
5. PT dapat saling berbagi resource
b. Kekurangan Video Conference
1. E-learning yang dilakukan akan kurang efektif dengan bantuan
video conference, karena kurang nyata dan belajar itu perlu
pemahaman langsung


7
2. Bahasa sebagai alat komunikasi yang dimiliki oleh PTN dalam
negeri berbeda dengan PT luar negeri

1.3 Alasan Memilih Penggunaan dan Pemanfaatan Video Conference
daripada dengan via Konvensional pada Perguruan Tinggi Negeri di
Indonesia

Seperti yang telah kita ketahui bahwa banyak manfaat dari pemilihan video
conference. Dengan video conference akan mendukung mobilitas dari para
pengguna, perbedaan tempat tidak menjadi masalah. Video conference yang
digunakan oleh perguruan tinggi negeri akan menghemat waktu yang di mana
para dosen tidak perlu datang ke kampus apabila mengajar, mempermudah
pertemuan beda negara dalam kuliah umum, diskusi, maupun seminar-seminar,
dan akan memberikan informasi dan pengetahuan terbaru. Sedangkan apabila
dengan via konvensial, pengadaan kuliah umum beda negara akan sangat tidak
mungkin, apabila mugkin terjadi juga akan menelan biaya yang besar, selain itu
juga akan menghabiskan waktu.

1.4 Implementasi Video Conference pada Perguruan Tinggi Negeri di
Indonesia

Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia telah berada di suatu jaringan komputer
yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen
Pendidikan Nasional Indonesia atas rumusan rancangan bersama dari Institut
Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada
(UGM) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS). Kemudian setelah dilaksanakan
tender, maka terpilih PT Telkom sebagai penyedia infrastruktur jaringan, serta PT
Multipolar sebagai Partner dari Cisco System yang menyediakan perangkat
jaringan. 8



8
Jaringan yang dibuat adalah sebuah jaringan backbone yang menyambungkan 32
perguruan tinggi negeri yang ada di masing-masing propinsi di seluruh Indonesia
pada tahun 2006 yang dinamakan INHERENT (Indonesia Higher Education
Network) yang tujuan dan fungsi utama jaringan ini adalah untuk meningkatkan
mutu pendidikan tinggi di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) untuk menunjang kegiatan tridarma serta pengelolaan
perguruan tinggi. 9

Jaringan ini terdiri dari backbone fiber optik STM-1 berkecepatan 155 Mbps
untuk interkoneksi antara universitas di pulau Jawa, serta backbone leased
channel berkecepatan 8 Mbps untuk universitas di pulau Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi serta Bali dan Nusa Tenggara. Universitas di daerah Indonesia Timur
mendapatkan akses satelit dari Jakarta dengan kecepatan 2 Mbps. Diagram
jaringan dapat dilihat pada Gambar 3. 10


Gambar 3. Diagram Jaringan INHERENT

4

8, 9, & 10. Redaksi Inovasi Online, 2007, INHERENT dan TEIN2: Langkah Indonesia Memasuki
Jaringan antar Universitas Kelas Dunia,
http://io.ppi-jepang.org/article.php?edition=9"
style="text-decoration: underline; font-size: 11px


9
Salah satu fasilitasnya adalah membantu dalam implementasi video conference
antar perguruan tinggi misalnya dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran jarak
jauh (distance learning), khususnya berbasis TIK (e-learning). Slogan
INHERENT adalah open access, open content dan opensource. Video conference
memuat 3 elemen itu secara langsung. Open access: setiap perguruan tinggi yang
punya koneksi, bisa daftar untuk berpartisipasi. Open content: diskusi video
conference terbuka untuk dilihat siapa saja yang berminat. Opensource: siapa saja
boleh merekam, mengolah dan menyebarluaskan tayangan video conference.

Peralatan yang digunakan dalam fasilitas Video Conference pada jaringan
INHERENT bagi PT adalah: 11
1. Video Conference End-Point
• Diutamakan koneksi IP (tidak perlu ISDN), conference koneksi 4-6 node
• Spesifikasi kamera: Pan Tilt Zoom harus bagus!
• Spesifikasi koneksi/signaling: H323/SIP support bandwidth
64 kbps-1Mbps
• Auto NAT H.460.18, H.460.19 Firewall Traversal
• Spesifikasi Video: H263/H264, baiknya support 16:9 (untuk widescreen)
Contohnya:
• Alat Vicon:
Contoh : Polycom FSX 7000, Tandberg 550 MPX, Sony PCS-1, dll
• Penting harusnya sudah termasuk:
People+Content (Visual Concert, istilah Polycom)
• Perlengkapan: Wide Screen LCD Monitor atau LCD projector
Video Camera
• Renovasi ruang
2. PC Desktop
• Support Linux, prosesor minimal setara Intel Core 2 Duo atau yang
setara; disarankan 64 bit5
• Memory minimal 512M

11. Eddy S. Jaya, 2007, OpsiKoneksi dan Rekomendasi Spesifikasi Peralatan Inherent,
http://www.inherent-dikti.net/files/opsi-koneksi-dan-rekomendasi-spesifikasi-peralatan-
inherent.pdf


10
• Hardisk minimal 80 G
• DVD RW
• Ethernet card 10/100/1000
• Video: 3D Accelerator (Intel, nVidia, dsb.)
• Monitor 17” LCD
3. PC Notebook
• Support Linux
• Berat maksimum 2 kg
• Memory minimal 512M
• Hardisk minimal 60G
• VGA: Support 3D accelerator
• Networking: Wi-Fi ready, EtherNET Card 10/100
• Serial port (untuk console maintenance)
4. Server
• Prosesor: minimal Intel Xeon 64 bit atau yang setara
• Memory: minimal 2 G
• Hardisk: SCSI/SAS aplikasi banyak transaksi, SATA
Aplikasi storage besar
• Lan: 10/100/1000
• Disarankan rackmount

Contoh implementasi penggunaan dan pemanfaatan dari video conference
perguruan-perguruan tinggi negeri dengan menggunakan jaringan INHERENT
adalah: 12
1. Video Conference Seminar, contohnya: Seminar Teknologi Grid
Computing yang diselenggarakan oleh Sun Microsystem bekerjasama
dengan Universitas Indonesia, disaksikan oleh empat universitas (ITB,
Unibraw, UNDIP dan UGM).
2. Aktivitas Video Conference untuk rapat antara Dikti dengan Universitas
penerima Hibah K-1
3. 08 Mei 2007, Launching program CMDG dan GLAD yang dilakukan oleh
ITB


11
4. 23-02-2009, 10:00-12:00: GDLN UI dan FE UI akan mengadakan kembali
studium generale bidang manajemen dengan topik Marketing in Crisis,
pembicara: Rhenald Kasali, PhD.
5. 25-02-2009, 15.00-16.00: Dikti bekerjasama dengan British Council akan
mengadakan widya telewicara tentang perguruan tinggi di UK dalam 4
sesi. Sesi keempat adalah tentang pendidikan Tourism & Hospitality
related
6. 14-10-2008, 09:00-12:00: UGM: Ekspose dan Diskusi Mengembangkan
Kerja Sama Indonesia- Swedia dalam Pemanfaatan Limbah (Waste
Refinery), program pemanfaatan limbah ini digagas oleh jurusan Teknik
Kimia UGM bekerja sama dengan University of Boras dan Boras
Municipality (Pemerintah Boras), Swedia
7. 25-07-2008, 14.00-18.00: UGM-ITB-GDLN: International Video
Workshop on Brick Masonry Structure. Sebagai bagian dari kerjasama
antara Building Research Institute, Tokyo, dengan beberapa negara: Nepal,
Pakistan dan Indonesia (UGM dan ITB)

Selain di atas, ada contoh implementasi penggunaan dan pemenfaatan video
conference yang tidak menggunakan jaringan INHERENT yaitu pada Universitas
Indonesia:
1. Video-Conference ALSA Universitas Indonesia dengan ALSA Waseda
University, Jepang 13
Pendidikan hukum tingkat sarjana (S1) di FHUI telah memasuki ke tingkat
yang lebih tinggi dengan penggunaan fasilitas Video Conference yang
tersedia di Ruang Multimedia Soemadipradja & Taher. 6
Asian Law Student Association (ALSA) Komite Lokal Universitas
Indonesia yang pertama kali menyelenggarakan Video Conference dengan
ALSA Waseda University, Jepang.
Kegiatan yang berupa seminar antar mahasiswa ini dilakukan pada tanggal
28 Juni 2007 yang membahas tema “Freedom of Religion”. Tema ini

13. Admin, 2007, Video-ConferenceALSA UI dengan ALSA Waseda University, Jepang,
http://law.ui.ac.id/index.php/berita-fakultas/219-old-120.html


12
diangkat untuk mengetahui bagaimana praktek kebebasan beragama di
kedua negara. Dengan demikian, dosen dan mahasiswa FHUI akan
7memiliki kualitas sebanding dengan dosen dan mahasiswa berbagai
fakultas hukum di mancanegara.
2. Video conference dengan University of California, Berkeley 14
Pada hari Kamis, 8 November 2007, telah diadakan acara video conference
dengan University of California, Berkeley. Acara ini berlangsung di ruang
multimedia Soemadipradja & Taher mulai pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.
Acara ini merupakan kerjasama antara BEM FHUI dengan BSO ILMS.
Dalam acara ini, peserta mendengarkan kuliah yang disampaikan oleh
Prof. Andre T. Guzman mengenai topik yang diangkat dalam acara ini
adalah Women’s Rights Under International Law atau Hak-hak Wanita
Menurut Hukum Internasional. Prof. Andre T. Guzman adalah Profesor di
bidang hukum yang saat ini mengajar di University of California, Berkeley
(UC Berkeley).
Hal-hal yang dibahas adalah mengenai diskriminasi terhadap wanita yang
banyak terjadi di dunia pada masa sekarang ini. Untuk menanggulangi hal
tersebut, disusunlah suatu konvensi wanita yang bernama Convention on
the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women. Konvensi
ini bertujuan untuk melindungi segala hak wanita yang
terdiskriminasikan.














14. Admin, 2007, Video Conference dengan University of California, Berkeley,
http://law.ui.ac.id/index.php/berita-fakultas/266-old-167.html


13






DAFTAR PUSTAKA



Admin. 2009. Video Conference. http://www.ittelkom.ac.id/library /index.php?
option=com_content&view=article&id=432:video-conference
overview&catid=10:jaringan & amp; Itemid=15


Redaksi Inovasi Online. 2007. INHERENT dan TEIN2: Langkah Indonesia
Memasuki Jaringan antar Universitas Kelas Dunia. http://io.ppi-jepang.org

/article.php?edition=9" style="text-decoration: underline; font-size: 11px

Eddy S. Jaya. 2007. OpsiKoneksi dan Rekomendasi Spesifikasi Peralatan
Inherent. http://www.inherent-dikti.net/files/opsi-koneksi-dan-rekomendasi-
spesifikasi-peralatan-inherent.pdf

Admin, 2008, Video Telecoference Event, http://www.inherent-dikti.net/?modul=v

Admin, 2007, Video-ConferenceALSA UI dengan ALSA Waseda University,
Jepang, http://law.ui.ac.id/index.php/berita-fakultas/219-old-120.html

Admin, 2007, Video Conference dengan University of California, Berkeley,
http://law.ui.ac.id/index.php/berita-fakultas/266-old-167.html

Tim Peningkatan Penggunaan Bahasa Ilmiah Edisi Revisi ke-3. 2007. Format
Penulisan Karya Ilmiah. Bandarlampung: Universitas Lampung.


















14
































15














Gambar 4. Video conference ALSA Universitas Indonesia dengan ALSA
Waseda University, Jepang


















Gambar 5. Video conference dengan University of California, Berkeley